Showing posts with label Outbound. Show all posts
Showing posts with label Outbound. Show all posts

Thursday, May 3, 2012

Obeservasi yang mendorong Kreatifitas

Untuk Mendorong Kreatifitas bagi anak-anak sangat menguras tenaga dan pikiran apabila orang tua tidak mengetahui caranya, Gaya hidup pasif dan kehidupan yang penuh kesibukan menjadi halangan dan keprihatinan orang tua terhadap perkembangan fisik dan mental anak. Karenanya, anak lebih banyak terjebak dalam kehidupan pasif seperti game elektronik sehingga sulit mengembangkan kreativitas mereka.

Sering kita menemukan seorang  anak  yang terlihat malas  di kelas atau memiliki nilai sekolah yang tidak terlalu  baik. Namun ada kalanya mereka bisa  mendapatkan nilai yang   melebihi teman-teman mereka satu  kelas, atau  memiliki sesuatu  kemampuan yang  tidak kita duga  dan tidak bisa  dilakukan oleh  anak-anak yang lain. Jadi bila anda menemukan seorang  anak  atau bahkan mungkin buah hati kita sendiri terlihat   “kurang pandai” jangan berkecil hati. Mungkin saja dia adalah  anak  yang  kreatif dan cerdas,  namun belum  terlatih  / terasah  dengan baik. Saya  percaya,  semua anak memiliki bakat  untuk menjadi  anak yang cerdas  dan kreatif.  Lalu bagaimana untuk bisa  melatih anak  agar bisa  menjadi  anak  yang cerdas dan kreatif?

Salah satu cara untuk meningkatkan kreatifitas anak adalah dengan cara anak diajak untuk berobservasi, yaitu :
  • Melihat
  • Mendengar
  • Merasakan
  • Mencontoh
  • Melakukan
  • Memodifikasi
  • Menyempurnakan
Itulah tahapan-tahapan yang diperlukan dalam Observasi sehingga timbulah kreatifitas pada anak. banyak tempat-tempat wisata yang baik bagi anak untuk melakukan obeservasi. Salah satu di CITRA ALAM ini kami mengajak anak-anak melakukan observasi bagaiman cara membuat gerabah keramik dari tanah liat dan bagaimana cara membuat batik.

Sunday, April 22, 2012

Biogas Energi Alternatif

Kotoran ternak (sapi, babi, kerbau, kambing, ayam dll) selama ini kurang diperhatikan oleh sebagian besar masyarkat, khususnya masyarakat peternak. Kotoran tersebut biasanya dibuang begitu saja tanpa memperhatikan dampak lingkungan sekitar dan sungai adalah tempat paling strategis dijadikan tempat pembuangan limbah tersebut, karena dengan membuang kotoran disungai peternak tidak lagi melihat dan merasakan bau menyengat yang ditimbulkan oleh kotoran tersebut. Tidak ada perasaan bersalah yang terpikirkan olehnya dan apa yang dilakukan itu merupakan hal biasa dan wajar.

Betulkah demikian......?

Masyarakat yang berada disekitar aliran sungai yang dijadikan tempat pembuangan kotoran pasti merasa sangat terganggu karena bisa menimbulkan penyakit. Dan bila kotoran ternak itu tidak dibuang ke sungai, biasanya peternak akan menimbunnya pada sebagian lahan kosong yang berada disekitar rumahnya. Hari demi hari, minggu demi minggu bahkan berbulan-bulan kotoron terus ditumpuk hingga mengunung. Aroma tidak sedap mulai menusuk penciuman masyarakat sekitar, lalat dan jentik mulai bermunculan. Lebih-lebih saat musim hujan seringnya terjadi perselisihan, hal ini biasanya disebabkan oleh limbah ternak yang mengalir kemana-mana mencemari lingkungan masyarkat sekitar.

Olah Limbah ternak

agar terhidar dari kondisi diatas, langkah alaternative yang bisa kita gunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pembuatan media pengolah limbah, atau sering disebut reactor biogas.

Apa itu Reactor Biogas?

adalah suatu wadah yang dibangun untuk mengolah kotoran/limbah ternak. kotoran ternak dimasukan kedalam tabung reactor ( digester) akan menghasilkan gas metana. Gas yang dihasilkan oleh biodigester ini berasal dari fermentasi yang terjadi setelah dilakukan pencampuran antara kotoran ternak dengan air dalam ruang hampa udara. Gas ini kemudian dialirkan kedapur untuk memasak (kompor biogas). Gas Metana yang dihasilkan ini tidak berbahaya bagi pengguna karena bertekanan rendah tidak seperti LPG yang mempunyai tekan tinggi dan sangat beresiko bagi keselamatan pengguna. selain di jadikan kompor gas metan yang dihasilkan dari fermentasi ini, juga dapat dimanfaatkan sebagi lampu biogas. Lampu ini cukup terang dan dapat dijadikan lampu alternatif saat mati lampu atau pada daerah-daerah yang belum terpasang instalasi listrik. lampu ini berbentuk patromak dengan bahan bakar gas metana.

Monday, April 9, 2012

Outbound

Pendidikan alam terbuka dan pembelajaran yang menitikberatkan pada praktek dan pengalaman nyata saat ini telah bergulir menjadi sebuah tren dalam metode pembelajaran dan pendidikan. Dewasa ini kita sudah semakin menyadari bahwa pola pendidikan dan pembelajaran warisan masa lalu yang cenderung hanya memperhatikan dan menitik beratkan pada Brain Memory menjadi tidak lagi efektif untuk menghasilkan generasi yang benar-benar dapat diandalkan. Munculnya temuan di bidang biologi tentang Muscle Memory telah ikut memberi pengaruh besar kepada keharusan untuk mengutamakan pembiasaan, latihan yang beulang, praktek langsung dan pengalaman nyata dalam pembelajaran dan pendidikan.

Muscle Memory atau memory yang tersimpan dalam jaringan otot dan syaraf kita muncul menjadi sebuah pembuktian bahwa tidak ada keahlian yang bisa kita dapat secara instan. Keahlian apapun baik itu bermain musik, berenang, mengendari mobil, sampai dengan keahlian yang bersifat emosional seperti: bersabar, rendah hati, disiplin dan lain sebagainya hanyalah bisa kita miliki dan raih melalui rangkaian latihan panjang dan pembiasaan terus menerus. Meskipun memahami teori merupakan sebuah hal penting yang tidak boleh di lewatkan, namun hal tersebut barulah merupakan satu langkah kecil yang jika tidak berlanjut kepada aplikasi dalam pengalaman nyata, serta pembiasaan yang berulang, ia akan menjadi percuma. Karena ia belum menjadi daging. Sementara definisi mudah dari keahlian adalah sebuah teori yang telah menjadi darah dan daging. Atau sebuah teori yang telah ditransformasikan dari brain memory kita kepada muscle memory kita. Dia tidak lagi hanya disebut sebagai kecerdasan otak melainkan juga telah menjadi dan dapat disebut sebagai kecerdasan yang menyatu dengan darah dan daging kita.

Outbound adalah salah satu media pembelajaran dan pengembangan diri yang hadir dengan metode pembelajaran yang berkomposisi seimbang. Yang mempertimbangkan dengan cermat keberadaan brain memory dan muscle memory tersebut di atas. Meskipun karakter building dan mental buliding yang menjadi sasaran utama dalam kegiatan outbound merupakan pembelajaran yang bersifat inbound, namun hidup dan menjadi aktifnya inbound haruslah melalui stimulus dari kegiatan yang bersifat outbound. Dalam kerangka berpikir seperti inilah kemudian kenapa kita dapat mengandalkan outbound untuk menjadi sebuah kegiatan pilihan yang efektif dalam pengembangan diri kita. Selamat mencoba...!  

Flying Fox: Menjadi Lebih Besar dari Rasa Takut

Meskipun rasa takut adalah hal yang manusiawi dan tidak sepenuhnya buruk adanya, namun hidup dalam kendali rasa takut adalah keburukan dan kecelakaan. Mengatasi rasa takut atau menjadi lebih besar dari rasa takut kita adalah salah satu upaya yang penting untuk kita lakukan. Banyak sarana dan media yang dapat kita manfaatkan untuk melatih diri menjadi lebih besar dari rasa takut kita; satu diantaranya adalah Flying Fox.

Losing control atau keadaan yang tidak sepenuhnya dalam kendali kita sering kali menjadi sebab dari munculnya rasa takut. Berada dalam kegelapan adalah salah satu contoh sederhananya. Kita merasa takut ketika berada dalam kegelapan adalah lantaran kita dihadapakan pada situasi dimana mata sebagai salah satu alat kontrol kita kehilangan atau terbatasi fungsinya. Dengan demikian otak kita kemudian bekerja dalam penuh dugaan-dugaan yang tidak pasti dan dipenuhi oleh prediksi-prediksi tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Dalam keadaan demikian ini rasa takut sangat mungkin untuk mengambil alih kendali atas diri kita dan menjadi lebih besar dari diri kita. Dan jika diri kita sepenuhnya ada dalam kendali rasa takut, kita akan kehilangan rasionalitas kita, menjadi panik dan mengambil respon dan tindakan yang tidak terukur. Keadaan yang demikian tentu berbahaya bagi kita.

Flying fox menawarkan kita untuk berhadapan dengan rasa takut kita secara langsung. Kita dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk tetap tenang, terkendali, rasional dan tetap menjadi lebih besar dari rasa takut kita sendiri meskipun sebagaian besar dari kontrol kita atas diri kita sendiri tidak lagi bertumpu pada kita, melainkan pada seutas tali dan sistem flying fox. Di sini kita dapat belajar untuk merelakan diri kita dan merelakan sebagian kontrol kita terlepas dari diri kita. Kita belajar untuk tetap bersandar kepada analisa bijak kita dan ukuran-ukuran rasional kita yang dapat menjaga kita untuk tetap dapat merasa aman. Analisa bijak dan ukuran-ukuran rasional kita dapat lakukan dalam situasi ini diantaranya: "bahwa sistem flying fox yang kita berada padanya adalah dirancang oleh para profesional, dengan alat-alat yang berkualitas tinggi, serta dirancang secara cermat dan teliti untuk memastikan diri kita baik-baik saja dan aman". Jadi nikmatilah dan jadilah lebih besar dari rasa takut..!